KURIKULUM PENDIDIKAN
Al-QUR’AN HADITS SEBAGAI KURIKULUM PENDIDIKAN
Muhamad Abi Ya’sub (1510110405)
Kurikulum
pendidikan merupakan program dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam proses
pendidikan sangatlah diperlukan suatu program-program yang dapat . Kurikulum merupakan kumpulan mata pelajaran
yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa.[1]
Dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat
19 dijelaskan baha kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.[2]
Kurikulum juga dapat diartikan sesuai dengan
fungsinya sebagai berikut:
1.
Kurikulum sebagai Program Studi.
2.
Kurikulum sebagai Konten.
3.
Kurikulum sebagai Kegiatan berencana.
4.
Kurikulum sebagai Hasil Belajar.
5.
Kurikulum sebagai Reproduksi Kultural.
6.
Kurikulum sebagai Pengalaman Belajar.
7.
Kurikulum sebagai Produksi[3].
Dalam
merancang kurikulum, minimal ada tiga prinsipyang harus dipegangi: pertama, pengembangan
pendekatan religius kepada dan melalui semua cabang ilmu pengetahuan. Kedua,
isi pelajaran yang bersifat religius yang seharusnya bebas dari ide dan
materi yang jumud dan tak bermakna. Ketiga, perencanaan dan pembuatan
kurikulum harus mempertimbangkan setiap komponen.[4]
Pengertian al-Qur’an dan Hadits
Al-Qur’an adalah Kalam Allah berupa mukjizat yang paling besar yang diberikan Allah kepada nabi akhir zaman,
Muhammad SAW. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah dengan pelantara Malaikat Jibril
(Rukhul Qudus) di Gua Hira untuk petunjuk umat manusia, dan bernilai ibadah
bagi yang membacanya. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an disampaikan kepada
Muhammad melalui malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi secara bertahap
antara tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau 632 M. Walau Al-Qur’an lebih
banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak pengikut Islam
pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu dan dedaunan.
Hadis (As Sunnah) adalah segala baik
perkataan, perbuatan, maupun taqrir Nabi Muhammad SAW. Sunnah nabi adalah
pedoman atau teladan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad bagi umat islam.[5]
Hakikat
Al-Qur’an dan Hadits
1.
Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
Sumber ilmu
pengetahuan sangat berkaitan dengan wahyu ( Al-Qur’an ) dan Hadis ( As Sunnah
). Sejak awal kelahiran, Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu besar
terhadap ilmu pengetahuan. Bila kita memperhatikan ayat Al-Qur’an yang pertama
kali turun kepada Rasulullah SAW. yaitu QS. Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5,
kita diingatkan
bahwa sejak semula Islam membawa semangat keilmuan. Ayat di atas memerintahkan
manusia agar gemar membaca, menulis, serta gemar melakukan penelitian.
Membaca bukan
saja dalam arti sempit harfiah yaitu membaca yang tergores dalam kertas atau
tulisan, melainkan juga membaca goresan Yang Maha Mencipta yaitu alam semesta.
Ayat kedua dan ketiga menekankan agar manusia menyadari tentang kejadiannya
sehingga dalam diri manusia terbebas rasa sombong, angkuh, sebaliknya tertanam
sifat kebersamaan antar sesama manusia. Karena yang mulia hakekatnya hanyalah
Allah SWT. Dan yang terpenting ialah perintah membaca, menulis, melakukan
observasi atau penelitian dengan dilandasi iman dan akhlak mulia.
Wahyu yang pertama diturunkan berisi perintah yang begitu jelas dan
tegas agar Nabi “Membaca” dan diteruskan dengan perintah belajar melalui qalam.
Padahal beliau hidup dalam lingkungan yang tidak terbiasa untuk belajar dan
mengajar. Demikianlah keistimewaan Al-Qur’an memandang prospektif masa depan
dengan perintah membaca dan mengadakan penelitian untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan. Bahkan Rasulullah SAW dalam banyak Haditsnya sangat menganjurkan
agar umat Islam senantiasa mengkaji ilmu pengetahuan. Seperti dalam pernyataan beliau,
العلم فريضة على كل مسلم ومسلمةاطلب
”Mencari ilmu itu wajib bagi setiap
Muslim”;
اطلب العلم من المهد الى اللهد
“Carilah ilmu sejak dalam buaian sampai ke
liang lahat” ;
اطلب العلم ولو بالسين
“Carilah Ilmu walau sampai ke negeri Cina!”;
“Ilmu pengetahuan itu milik orang mukmin yang
hilang, dimana saja ia mendapatkannya, maka ia lebih berhak memilikinya
daripada yang lain.”[6]
2.
Sebagai Materi Pembelajaran
Qur’an Hadits sebagai materi pembelajaran.
Pembelajaran sendiri adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan sekolah. Pembelajaran merupakan sebuah
bantuan yang diberikan kepada pendidik agar terlaksananya proses transfer of
knowledge.[7]
Oleh karena itu, pembelajaran Qur’an Hadits
merupakan interaksi yang terjadi antara peserta didik dan pendidik dalam sebuah
lingkungan pembelajaran dalam rangka penguasaan materi Qur’an dan Hadits.
Pembelajaran Qur’an Hadits sebagai bagian dari pendidikan keagamaan adalah
pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya menguasai pengetahuan khusus
tentang ajaran keagamaan yang bersangkutan. Pendidikan Qur’an Hadits memang
bukansatu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan
kepribadian anak. Tetapi secara substansial mata pelajaran Qur’an dan Hadits
memiliki konstribusi dalam memberikan motivasi kepada anak untuk mempraktikkan
nilai-nilai agama sebagaimana terkandung dalam Qur’an dan Hadits dalam
kehidupan sehari-hari.[8]
Kedudukan al-Qur’an sebagai sumber pokok
pendidikan diterangkan dalam surah An-Nahl (16) ayat 64 :
Artinya:
Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) ini,
melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka
perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (16:
64)
1. meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap
al-Qur’an dan Hadits.
2. membekali peserta didik dengan dalil-dalil
yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam menyikapi dan
menghadapi kehidupan.
3. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi
kandungan al-Qur’an dan Hadits yang dilandasi oleh dasar-dasar keilmuan tentang
al-Qur’an dan Hadits.[9]
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Abd. Filsafat
Pendidikan Islam.Yogyakarta:TERAS.2009.
Efferi , Adri.Materi dan Pembelajaran Qur’an Hadits.Kudus:Buku
Daros.2009.
https://habibahmumtazblog.wordpress.com/2016/04/20/al-quran-dan-hadis-sebagai-sumber-ilmu-pengetahuan/ diakses tanggal 12 November 2016 pukul 09.00 WIB
Roqib, Moh.Ilmu Pendidikan Islam.Yogyakarta:LkiS.2009.
Tafsir, Ahmad.Filsafat Pendidikan Islam.Bandung: PT REMAJA ROSDA KARYA.2014.
Zaini, Muhammad.Pengembangan Kurikulum:Konsep Implementasi evaluasi dan
Inovasi.Yogyakarta:Teras.2009.
[1] Prof. Dr. Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: PT
REMAJA ROSDAKARYA), 2014.hlm.99.
[2] Muhammad Zaini, MA, Pengembangan Kurikulum:Konsep Implementasi evaluasi
dan Inovasi, (Yogyakarta:Teras), 2009, hlm.6.
[5] https://habibahmumtazblog.wordpress.com/2016/04/20/al-quran-dan-hadis-sebagai-sumber-ilmu-pengetahuan/ diakses tanggal 12 November 2016 pukul 09.00 WIB
[6] https://habibahmumtazblog.wordpress.com/2016/04/20/al-quran-dan-hadis-sebagai-sumber-ilmu-pengetahuan/ diakses tanggal 12 November 2016 pukul 09.00 WIB
Komentar
Posting Komentar